Monday, February 6, 2017

Subhanalloh Hadist Islam dan Al-Qur'an Menjelaskan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ 

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ  ؕ  كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۙ  لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۙ  وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.  
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا  ؕ  لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ  ؕ  رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ  رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ  ۚ  وَاعْفُ عَنَّا  ؕ  وَاغْفِرْ لَنَا  ؕ  وَارْحَمْنَا  ؕ  اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ          الْكٰفِرِيْنَ

Aamanar-rosuulu bimaaa unzila ilaihi mir-robbihii wal-mu'minuun, kullun aamanar-rosuulu billaahil wa malaaa'ikatihii wa kutubihii wa rusulih, laa nufarriqu baina ahadim-mir-rusulih, wa  qooluu sami'naa wa atho'naa, ghufroonaka robbnaa wa ilaikal-mashiir. Laa yukallifulloohu nafsan illaa wus'ahaa, lahaa maa   kasabat wa 'alaiha maaktasabat, robbnaa laa tu'akhiznaaa in nasi'naaa au akhtho'naa, robbnaa wa laa tahmil 'alainaaa ishron kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qoblinaa, robbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thooqota lanaa bih, wa'fu 'annaa, waghfir lanaa,  warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa 'alal-qoumil kaafiriin.

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturun kan kepadanya (Al-Qur'an) dari   Robb nya, demikian pula orang-arang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, makaikat-malaikat, kitab-kitab-Nya & Rosul-Rasul-Nya.

(Mereka berkata) "Kami tidak mem-bedabedakan seorang pun dari Rasul-Rosul-Nya. 
"Dan mereka berkata "Kami dengar & kami ta'at. Ampuni lah kami ya Robb kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali. 

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. 

(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. 

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. 

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.

Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.""                    
(QS. Al-Baqarah:285-286). 

Kisah salaf seputar berdo'a dengn do'anya ini: 

1. Dari Abuu Mas'ud al-Anshari, Nabi S.A.W. bersabda. 

"Siapa yg membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, maka ia akan tercukupi dari apapun juga, ter-masuk  dari gangguan setan & makhluk jahat lainya". (HR. Tirmidzi). 

2. Muslim dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa malaikat mendatangi Nabi S.A.W. & berkata.

 "Bergembiralah dengan dua cahaya yang telah diberikan kepada-mu, yang tidak pernah di berikan kepada nabi sebelummu. Dua  cahaya tersebut adalah surah al-Fatihah dan ayat terakhir surah Al-Baqarah".

3. Muslim dalam Shahih-nya meriwayatkan, 

"Jika kita membaca dua ayat terakhir surah al-Baqarah, maka keinginan kita akan dikabulkan oleh Allah".



وَمَنْ  يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
Wa may yuthi'illooha wa rosuulahuu wa yakhsyallooha wa yattaqhi fa ulaaa'ika faaa'izuun. 

"Dan barang siapa ta'at kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."
(QS. An-Nur: Ayat 52)

لَاۤ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِ ۙ  ۙ   قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ  فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى ۙ  لَا انْفِصَامَ لَهَا   ؕ  وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

"Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. 

Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mndengar, Maha.Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah:256).

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُُ

SEMOGA KITA SELALU BERADA DALAM LINDUNGAN ALLAH S.W.T

Share this

0 Comment to "Subhanalloh Hadist Islam dan Al-Qur'an Menjelaskan"